Kolong Langit

Kolong Langit

Entah apa rasanya, berada di kejauhan dari siapa saja. Tercekam rindu sampai melumat asa. Terpisah oleh ruang yang mereka sebut waktu. Genangan Laut yang menjadi pemisah batas atau daratan yang menggunung-gunung tingginya hingga menutup pandangan akan dunia seberang.

Tapi bukan itu, bukankah kita masih berada di kolong langit yang sama?

Baca pos ini lebih lanjut

Ruang Semu Anthem

Apa perlunya lagu pengiring bagi sebuah tulisan?

Bukan bermaksud saya meniru Dewi Lestari yang menerbitkan novel sekaligus lagu pengiring bacaan-bacaan tersebut dalam sebuah karyanya yang berjudul “Recto Ferso”. Tapi bukankah sebuah karya dapat diilhami dari karya-karya lainnya. Tak ada salahnya pula jika sebelum melanjutkan memberikan posting lainnya, saya mengajukan sebuah musik pengiringnya. Bukan begitu?

Baiklah, Ruang Semu pun bisa muncul atas inspirasi dari sebuah lagu yang dibawakan The Milo, Dunia Semu:

Baca pos ini lebih lanjut